Log Masuk

 
     
 
     

Artikel Terkini

Jajak Pendapat


Apakah Sistem Informasi Akademik Ini Memudahkan Anda ???
 

STIE PANCASETIA BANGUN KAMPUS TERPADU DI BANJARBARU

STIE PANCASETIA BANGUN KAMPUS TERPADU DI BANJARBARU

 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia (STIEPan) Banjarmasin akan memiliki kampus baru. Pembangunan gedung kampus terpadu di Jalan Trikora Kelurahan Guntung Manggis ini, dimulai Senin (18/9) dengan ditandai peletakan batu pertama oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Abdul Haris Makkie dan Walikota Banjarbaru, H. Nadjmi Adhani.

Project Officer Pengembangan Kampus STIEPan, Andri Radiany, menyebut, pengembangan kampus di Banjarbaru ini tidak terlepas dari animo perkuliahan di Kota Idaman ini. Memang diakuinya, kampus Banjarbaru yang terletak di Batas Kota Banjarbaru Martapura sudah milik sendiri.

“Tapi tidak bisa dikembangkan lagi. Itu yang mendorong kami untuk mengembangkan gedung kampus. Apalagi animo di Banjarbaru lebih besar dari Banjarmasin. Selain itu pembangunan kampus di sini juga untuk mendukung program pemerintah yang memindahkan pusat pemerintahan ke Banjarbaru,” ujarnya.

Sementara, Abdul Haris menyebut, dari tahun ke tahun perguruan tinggi di Kalsel semakin bertambah. Hal itu, ujarnya, sangat berkontribusi dalam menyiapkan generasi muda yang lebih baik.

“Kami dari pemprov juga fokus membangun dunia pendidikan yang lebih baik, karena pendidikan sebagai lokomotof untuk membentuk masyarkat yang cerdas. Tentu kami sangat mendukung dengan pembangunan dunia pendidikan, karena juga sejalan dengan visi misi pemprov,” ujar Haris.

Dan, Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani menyebut, seiring dengan perkembangan Kota Banjarbaru, beberapa kampus sudah melirik untuk merelokasi gedungnya dari Banjarmasin ke Banjarbaru.

Menurutnya, perkembangan ke Kota Banjarbaru kearah selatan ini dinilai sudah tepat.

Pembangun gedung baru di atas lahan seluas 1,08 hektare ini, akan dilaksanaka tahap satu dan dua dan gedung baru untuk kampus terpadu STIE Pancasetia ini rencananya akan dibangun 5 lantai dengan total luas 5.128 meter persegi. Pemprov juga membantu dana melalui hibah sebesar Rp1 miliar. Sedangkan total dana yang dibutuhkan untuk tahap satu sekitar Rp35 miliar, Tahun ini tahap pertama dan tahun 2020 dimulai tahap dua (Sumber Kalimantan Post)