Dipublikasi pada : 2019-03-13 14:40:54

Manual Mutu Pasca Sarjana STIE PANCASETIA 2017

PROGRAM PASCASARJANA

 

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE)

 

PANCASETIA BANJARMASIN 2017

 


 


 


 


 


 

 

 

Manual Mutu 

 

Program Studi Magister Manajemen

 

Program Pascasarjana

 

STIE PANCASETIA 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI 

 


 


 

1.    PENDAHULUAN.. 1

 

1.1. Latar Belakang. 1

 

1.2  Ruang Lingkup. 1

 

1.3 Tujuan Manual Mutu. 2

 

1.4  Penyusunan dan Pengendalian Dokumen Manual Mutu. 2

 

1.5  Sasaran Mutu. 3

 

2.    LANDASAN KEBIJAKAN MANAJEMEN MUTU.. 4

 

3.    ISTILAH DAN DEFINISI 4

 

4.    SISTEM MANAJEMEN MUTU.. 5

 

4.1 Sejarah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia. 5

 

4.2  Organisasi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia. 6

 

4.3  Visi, Misi dan Tujuan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia. 8

 

4.4  Sistem Dokumentasi dan Audit 8

 

5.    TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN.. 10

 

5.1  Komitmen Manajemen. 10

 

5.2  Persyaratan dan Kepuasan Pelanggan. 10

 

5.3  Kebijakan Mutu. 11

 

5.4  Perencanaan Sistem Mutu. 13

 

5.5  Tanggung jawab, wewenang dan komunikasi 13

 

5.6  Tinjauan manajemen. 14

 

6.    Pengelolaan Sumber Daya. 15

 

6.1  Penyediaan Sumber Daya. 15

 

6.2  Sumber Daya Manusia. 15

 

6.3  Sarana, Prasarana dan Lingkungan Kerja. 16

 

6.4  Lingkungan Kampus dan Suasana Akademik. 16

 

7.    Realisasi Layanan Tri Dharma PT.................................................................................................................. 17

 

7.1  Perencanaan Program Layanan Tri Dharma PT..................................................................................... 17

 

7.2  Proses Terkait Pelanggan (Mahasiswa dan Stakeholders Lainnya)........................................................ 18

 

7.3  Rancangan dan Pengembangan Kurikulum PS, Penelitian dan PkM.. 19

 

7.4  Pengadaan Sumber Daya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia. 21

 

7.5  Penyediaan Layanan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat 22

 

7.6  Pengendalian Instrumen Pemantauan dan Pengukuran Keberhasilan. 23

 

8.    PENGUKURAN, ANALISIS DAN PENINGKATAN MUTU.. 24

 

8.1  Panduan umum.. 24

 

8.2  Pemantauan dan pengukuran. 24

 

8.3  Analisis Data. 25

 

8.4  Perbaikan    25

 


 


 


 


 


 


 

1.       PENDAHULUAN

 


 

1.1.    Latar Belakang

 

Manual Mutu Program Studi Magister Manajemen (MM) STIE Pancasetia Banjarmasin disusun untuk mengendalikan pengelolaan pendidikan tinggi bermutu berstandar internasional dan memenuhi peraturan pemerintah Republik Indonesia. Manual Mutu ini menjelaskan penjabaran keterkaitan antara struktur organisasi STIE Pancasetia, kebijakan mutu, sasaran mutu penyelenggaraan pendidikan dan Sistem Penjaminan Mutu secara internal STIE Pancasetia yang saat ini bernaung dibawah Yayasan Pendidikan Sumber Ilmu (YPSI).  

 

Penjaminan mutu pendidikan di STIE Pancasetia Banjarmasin dilaksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada stakeholders  dalam mengembangkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Dengan demikian, mutu penyelenggaraan pendidikan di STIE Pancasetia diakui tidak saja secara internal, namun juga secara eksternal oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) atau badan akreditasi internasional.

 

Dalam penerapan SPMI, Program Sudi/Jurusan memastikan bahwa budaya mutu dipahami dan dilaksanakan semua pihak, serta dikendalikan oleh Ketua Program Studi. Dengan SPMI ini, program studi magister manajemen STIE Pancasetia akan mampu menetapkan dan mewujudkan visinya melalui pelaksanaan misinya (aspek deduktif). mampu memenuhi kebutuhan/memuaskan stakeholders (aspek induktif) yaitu kebutuhan masyarakat, dunia kerja dan profesional. Untuk itu, Program studi magister manajemen STIE Pancasetia menyusun dokumen SPMI sebagai berikut: 

 

â—¦ Dokumen induk yang menjadi rujukan pengembangan sistem yaitu Visi dan Misi STIE Pancasetia, Statuta STIE Pancasetia, Organisasi dan Tata Kerja STIE Pancasetia, Rencana Strategis (Renstra) STIE Pancasetia, Rencana Induk Pengembangan (RIP) STIE Pancasetia dan Pedoman Pendidikan Program Studi Magister Manajemen STIE Pancasetia. 

 

â—¦ Dokumen mutu yaitu Manual Mutu Program Studi Magister Manajemen STIE Pancasetia, Standar Mutu STIE Pancasetia, Program, Standar Mutu Jurusan dan PS, Manual Prosedur, Instruksi Kerja, Dokumen Pendukung, dan Borang-borang. 

 

Dokumen Audit yang meliputi Manual Prosedur Pelaksanaan Audit Internal Mutu (AIM) I, Manual Prosedur Pelaksanaan AIM II, Manual Prosedur (MP) Penilaian Kinerja STIE Pancasetia, Program, Manual Prosedur (MP) Penilaian Kinerja Jurusan dan PS, Borang Kinerja STIE Pancasetia, Borang Kinerja Jurusan dan PS dan Instruksi Kerja. 

 

 

 

 1.2    Ruang Lingkup

 

Manual mutu ini merupakan panduan implementasi manajemen mutu Program Studi MM STIE Pancasetia dan merupakan persyaratan sistem manajemen mutu yang harus dipenuhi oleh unit-unit kerja di lingkungan Program Studi MM STIE Pancasetia. Manual Mutu ini disusun dengan mengacu pada persyaratan standar dan klausul Sistem Manajemen Mutu Perguruan Tinggi, dengan pedoman implementasinya dalam layanan pendidikan IWA2:2007, peraturan-peraturan pemerintah RI, persyaratan standar mutu penyelenggaraan pendidikan S-1 dan S-2, akreditasi BAN-PT dan standar mutu.  

 

Sistem Manajemen Mutu (SMM) Program Studi MM STIE Pancasetia dibatasi pada penyediaan jasa layanan Tridharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan sarjana dan pasca sarjana, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,  dengan didukung layanan penunjangnya. Ruang lingkup SMM lebih spesifik tertuang secara jelas dalam Manual Mutu unit-unit kerja seluruh STIE Pancasetia. Lingkup penerapan SMM STIE Pancasetia meliputi semua persyaratan tanpa pengecualian, tetapi untuk masing-masing unit kerja tergantung dari kewenangan dan peraturan. 

 


 

1.3     Tujuan Manual Mutu

 

Manual Mutu ini bertujuan untuk:

 

  1. Menggariskan kegiatan utama (core business) yaitu tridharma pendidikan tinggi, baik yang terkait langsung ataupun tidak langsung dengan layanan pendidikan di Program Studi Magister Manajemen STIE Pancasetia, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi ataupun tindakan perbaikan untuk menjamin adanya perbaikan berkelanjutan dalam memenuhi persyaratan pelanggan.
  2. Menjelaskan hubungan berbagai aktivitas yang terkait dalam proses di atas.
  3. Mencerminkan komitmen Program Studi Magister Manajemen STIE Pancasetia dalam peningkatan mutu secara berkelanjutan dalam bentuk tertulis, sehingga dapat dipahami oleh semua pihak yang terlibat dalam proses layanan Tridharma dan penunjangnya di STIE Pancasetia.
  4. Menggariskan perencanaan dan implementasi SPMI yang terintegrasi dengan SMM di unit-unit kerja lingkungan Program Studi Magister Manajemen STIE Pancasetia.

 


 

1.4     Penyusunan dan Pengendalian Dokumen Manual Mutu

 

 

Dokumen Manual Mutu Program Studi Magister Manajemen STIE Pancasetia disusun dalam delapan (8) bagian. Konsep awal dokumen disusun oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) berdasarkan dokumen induk dan referensi yang relevan. Konsep awal ini dipelajari, diperiksa dan diberi masukan oleh Direktur Program Magister. Selanjutnya konsep diklarifikasi oleh pakar sebelum divalidasi dan disahkan oleh Ketua STIE Pancasetia. Secara rutin, keluhan dan permasalahan yang timbul pada implementasi SPMI dievaluasi untuk peningkatan mutu berkelanjutan. Manual Mutu ini dikategorikan sebagai dokumen tidak terkendali dan revisinya dikendalikan oleh LPM mengikuti MP Pengendalian Dokumen dan Rekaman. Kepala Program Magister diwajibkan menyusun dan mengendalikan dokumen Manual Mutu sesuai dengan layanan masing-masing.   

 

 

 

1.5     Sasaran Mutu

 

BIDANG, RENCANA PROGRAM/KEGIATAN
DAN INDIKATOR KINERJA 

Dasar/

2017

Target Capaian pada Tahun

Uraian

Unit

2018

2019

2020

2021

2022

I.    RAGAAN STIE PANCASETIA MASA DEPAN








     PS  terakreditasi A

Nilai

B

B

B

B

A

A

     Akreditasi STIE PANCASETIA

Nilai

-

B

B

B

B

B









II.   KUALITAS PEMBELAJARAN (TEACHING QUALITY)
















    S3

%

55

65

75

85

90

100









III. KETENAGA-KERJAAN LULUSAN (GRADUATE EMPLOYABILITY)








     Jumlah mahasiswa menjadi calon pekerjaan manajerial secara profesional

%

80

85

95

100

100

100

    Jumlah lulusan yang mampu menguasai kecakapan manajerial dan kecakapan teknis

%

80

85

95

100

100

100

     Jumlah lulusan yang mampu menjadi peneliti dalam rangka pengembangan IPTEK

%

5

10

15

20

30

40

     lulusan yang dapat diterima di perguruan tinggi terkemuka

%

5

10

15

25

35

50

IV.        KUALITAS PENELITIAN (RESEARCH QUALITY)








Publikasi di jurnal nasional

jml

30

35

40

45

50

55









 

 

 

2.       LANDASAN KEBIJAKAN MANAJEMEN MUTU

 

 Rujukan yang digunakan adalah:

 

  1. Undang-undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Tinggi Nasional.
  2. Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
  3. Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
  4. Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2010 tentang PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN atas Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
  5. Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi oleh Badan Akreditasi Nasional, 2008.
  6. Akreditasi Program Studi Sarjana, Magister dan Doktor oleh Badan Akreditasi Nasional, 2009.
  7. Visi dan Misi Program Sudi Magister Manajemen STIE Pancasetia Banjarmasin.
  8. Statuta STIE Pancasetia, 2016.
  9. Rencana Strategis STIE Pancasetia tahun 2017 - 2021.
  10. Instrumen Penilaian Kinerja Unit Pelayanan Publik Program Studi Magister Manajemen STIE Pancasetia oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. 

 

 

 

 3.       ISTILAH DAN DEFINISI

 

  1. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) adalah sistem untuk menetapkan kebijakan, tujuan dan strategi mencapai mutu yang telah ditentukan masing-masing Perguruan Tinggi.
  2. Jaminan mutu (quality assurance) adalah seluruh proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan Perguruan Tinggi (PT) secara konsisten dan perbaikan berkelanjutan, sehingga visi dan misi PT dapat tercapai serta stakeholders memperoleh kepuasan (pemenuhan janji kepada stakeholders). Kegiatan harus terencana dan sistematis yang dilaksanakan dengan menggunakan Sistem Manajemen Mutu (SMM) untuk meyakinkan bahwa suatu produk (hasil) akan memenuhi persyaratan mutu.
  3. Mutu adalah keseluruhan karakteristik produk yang menunjukkan kemampuannya dalam memenuhi permintaan atau persyaratan yang ditetapkan customer (stakeholders), baik yang tersurat (dinyatakan dalam kontrak ), maupun tersirat.
  4. Standar adalah spesifikasi teknis atau sesuatu yang dibakukan, termasuk tata cara dan metode yang disusun berdasarkan konsensus semua pihak yang terkait dengan memperhatikan syarat-syarat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengalaman, perkembangan masa kini dan masa  datang untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya
  5. Manual Mutu (MM) adalah dokumen yang menjadi panduan untuk menentukan sistem manajemen mutu dari organisasi Program Studi Magister Manajemen.
  6. Pelanggan secara umum adalah orang perorangan atau badan yang ikut menerima atau membeli layanan pendidikan di PT. Pelanggan STIE Pancasetia dapat dibagi menjadi 4 (empat) bagian, yaitu (1) calon mahasiswa/mahasiswa (learners) atau peserta pelatihan sebagai pelanggan utama; (2) orang tua mahasiswa atau lembaga yang mengirim peserta pelatihan; dan (3) pengguna lulusan dan mitra kegiatan penelitian dan pengabdian; dan (4) pemerintah sebagai atasan langsung.
  7. Dokumen adalah informasi dan media pendukungnya
  8. Borang adalah lembar isian data yang memberikan informasi
  9. Rekaman adalah dokumen atau catatan yang menyatakan hasil yang dicapai atau menunjukkan bukti kegiatan yang dilakukan
  10. Produk yang dihasilkan organisasi pendidikan ialah layanan pendidikan tinggi (tri dharma PT) dimana dalam prosesnya terjadi peningkatan nilai (creating value).

 

 

 

 4.       SISTEM MANAJEMEN MUTU

 4.1     Sejarah STIE Pancasetia

 

 

            Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pancasetia Banjarmasin sebagai Perguruan Tinggi Swasta, berdiri sejak tahun 1992 dan terus dapat melakukan eksistensinya memberikan pelayanan pendidikan tinggi hingga sekarang pada Tahun 2017.

 

  1. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nomor : 240/DIKTI/Kep/1992. Ditetapkan di Jakarta tanggal 5 Juni 1992. Menetapkan Pertama : Mengubah bentuk Akademi Manajemen Keuangan (AMKU) Banjarmasin di Banjarmasin menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pancasetia Banjarmasin.
  2. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Banjarmasin adalah Sekolah Tinggi yang dipimpin oleh Ketua yang berada dan bertanggung jawab kepada Yayasan Pendidikan Sumber Ilmu.
  3. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia Banjarmasin didirikan berdasarkan Akte Notaris Linda Kenari,SH Nomor 58 Tanggal 11 Juni 2002.
  4. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia Banjarmasin melaksanakan Pendidikan, Pengajaran, Penelitian serta pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas tinggi dan berkelanjutan serta mampu memberdayakan peserta didik dari berbagai lapisan sosial masyarakat agar berguna, effisien, tanggap dan proaktif mengakomodasikan kebutuhan dan tuntutan masyarakat.
  5. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia Banjarmasin telah memiliki Program Studi :
    1. Program Studi Strata 1 Sarjana Manajemen, yang telah didirikan sejak 1992, Surat Keputusan Dirjendikti Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor : 296/DIKTI/Kep/1992, tanggal 22 Juni 1992. Pemberian Status Terdaftar kepada Jurusan/Program Studi Jenjang Program DIII dan S1 di Lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia Banjarmasin di Banjarmasin. Menetapkan Pertama : Memberikan status Terdaftar kepada : 1. Jurusan Manajemen Program Studi Manajemen Keuangan; untuk jenjang Program DIII, 2. Jurusan Manajemen Program Studi Manajemen Keuangan; 3. Jurusan Akuntansi Program Studi Akuntansi. Surat Keputusan Dirjen Dikti Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, SK.No.44/DIKTI/Kep/1994, ditetapkan di Jakarta, tanggal 28 Januari 1994 Pemberian Status Diakui kepada jurusan/program studi untuk jenjang program S1 pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Sumber Ilmu di Banjarmasin,  Menetapkan Pertama : Memberikan status Diakui kepada : a. Jurusan Manajemen Program Studi Manajemen; b. Jurusan Akuntansi Program Studi Akuntansi, SK.Dirjen Dikti Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 485/DIKTI/Kep/1996 ditetapkan di Jakarta tanggal 7 Oktober 1996, l tentang Pemberian Status Disamakan kepada Jurusan Manajemen Program Studi Manajemen di Lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia di Banjarmasin.  dan Akreditasi terakhir yang masih berjalan dan berlaku, telah terakreditasi sesuai SK.BAN-PT no.057/BAN-PT/Ak.XIV/S1/III/2012. tgl.2 Maret 2012. Dan sekarang masih menunggu hasil reakreditasi yang telah divisitasi pada tanggal 07-08 Oktober 2016.
    2. Program Studi Strata 1 Sarjana Akuntansi, yang telah didirikan sejak 1992, Surat Keputusan Dirjen Dikti Kementrian dan Kebudayaan Ijin Pendirian , Akreditasi terakhir yang masih berjalan dan Berlaku ,  telah terakreditasi sesuai SK.BAN-PT no.280/SK/BAN-PT/Akred/S/VIII/2014. tgl. 16 Agustus 2014.
    3. Program Studi Strata 2 Magister Manajemen, yang telah didirikan sejak tahun 2002,  Akreditasi yang masih berjalan dan berlaku,  telah terakreditasi sesuai SK.BAN-PT no.469/SK/BAN-PT/Akred/M/XII/2014.,tgl.15 Desember 2014.

 


 

4.2     Organisasi STIE Pancasetia Banjarmasin

 

Organisasi STIE Pancasetia sesuai dengan dokumen Statuta dan Buku Pedoman Akademik STIE Pancasetia Banjarmasin, adalah:

 

  1. Senat Akademik Perguruan Tinggi
  2. Dewan Ketua
  3. Badan Eksekutif Mahasiswa  
  4. Unsur Pimpinan: Ketua, Wakil Wakil Ketua Akademik dan Wakil Ketua Non Akademik.
  5. Bagian Pelaksana Akademik, terdiri dari

 

  • Jurusan
  • Program Pascasarjana
  • Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
  • Lembaga lain yang menyelenggarakan pelatihan

 

  1.  Unsur Pelaksana Administrasi

 

  • Bidang Administrasi Akademik
  • Bidang Operasional
  • Bidang Sumber Daya Manusia
  • Bidang Administrasi Umum dan Dokumentasi
  • Bidang Perlengkapan dan inventaris
  • Bidang Akuntansi

 

  1. Unsur Penunjang Unit Pelaksana Teknis

 

  • Perpustakaan
  • Bidang Penunjang Akademik/Laboratorium
  • Bidang Cyber Net

 

  1. Unsur Pemantauan dan Evaluasi

 

  • Lembaga Penjaminan Mutu (LPM)

 

 

Untuk melaksanakan penjaminan mutu di Program Studi Magister Manajemen Perguruan Tinggi Pendidikan Nasional (STIE Pancasetia), maka dibentuk struktur organisasi penjaminan mutu internal. Struktur tersebut mencakup tingkat Perguruan Tinggi, dan jurusan/program studi maupun unit kerja penunjang pelaksana akademik. Pimpinan unit kerja menjamin mutu kinerja organisasi yang menjadi tanggungjawabnya. Tugas Pokok dan Fungsi serta koordinasi organisasi STIE Pancasetia, secara rinci dapat dilihat pada dokumen Statuta dan Buku Pedoman Akademik STIE Pancasetia Banjarmasin.

 


 

 

4.3     Visi, Misi dan Tujuan STIE Pancasetia

 

Visi, Misi dan Tujuan Program Studi Magister Manajemen STIE Pancasetia dapat dilihat di dokumen Visi, Misi dan Tujuan STIE Pancasetia.

 

 4.4     Sistem Dokumentasi dan Audit

 

Sistem dokumentasi mengacu pada dokumen-dokumen yang telah disusun pada implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal STIE Pancasetia (2009-sekarang) dan rujukan dokumen pada butir 2 tentang Landasan Kebijakan Manajemen Mutu. Sistem yang dianut adalah hirarki kerucut terbalik: Dokumen Induk (Visi, Misi dan Tujuan STIE Pancasetia; Statuta STIE Pancasetia; SPM- STIE Pancasetia; Renstra STIE Pancasetia; Program Kerja; Pedoman Pendidikan), Dokumen Mutu (Manual Mutu; Standar Mutu; Manual Prosedur; Instruksi Kerja; Borang dan Dokumen Pendukung). Daftar keseluruhan dokumen tercantum dalam MP Pengendalian Dokumen dan Rekaman.  

 

Audit mutu dilakukan di Program Studi Magister Manajmen STIE Pancasetia secara internal dan eksternal berdasarkan dokumen audit mutu STIE Pancasetia. Audit Internal dilaksanakan berjenjang di unit kerja dan tingkat Sekolah Tinggi, secara rutin, minimal dua kali setahun untuk mengukur terpenuhinya persyaratan SMM dan Standar Mutu yang diterapkan Perguruan Tinggi. Pedoman pelaksanaan Audit Internal di tingkat Program Studi Magister Manajemen Sekolah Tinggi tertuang dalam MP Audit Internal Mutu Sekolah Tinggi. Audit internal di tingkat unit kerja diatur oleh MP Audit Internal tiap program.

 

Audit eksternal dilaksanakan untuk seluruh lembaga dan unit kerja di STIE Pancasetia dalam mengukur pemenuhan terhadap standar mutu yang dinyatakan dalam kepatuhan, ada tidaknya temuan dan atau perolehan sertifikat. Selain itu, Sekolah Tinggi dan PS-PS di STIE Pancasetia dinilai oleh Asesor dari BAN-PT untuk menentukan tingkat akreditasi intitusi atau PS. Prosedur pengusulan, pelaksanaan dan perolehan akreditasi harus mengikuti ketentuan dan memenuhi persyaratan stakeholders.

 

  

 

5.       TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN

 

 5.1     Komitmen Manajemen

 

 

Program Studi Magister Manajemen Perguruan Tinggi dan unit kerja mengidentifikasi layanan Tridarma Perguruan Tinggi yang memuaskan kebutuhan dan harapan pelanggan. Program Studi Magister Manajemen Perguruan Tinggi dan unit kerja mengidentifikasi dan menunjukkan komitmennya pada perbaikan berkelanjutan terhadap layanan pendidikan dan SMM. Strategi yang dilakukan, meliputi:

 

  1. mengkomunikasikan kebijakan implementasi SMM di seluruh unit kerja di Program Studi Magister Manajemen STIE Pancasetia,
  2. melakukan perencanaan strategis yang memperhatikan tujuan dan sasaran mutu Program Studi Magister Manajemen STIE Pancasetia di masa depan,
  3. mendorong proses identifikasi dan penggunaan best practices,
  4. menetapkan kebijakan mutu yang memastikan seluruh anggota organisasi mengetahui visi, misi maupun tugas pokok dan fungsi,
  5. menjamin ketersediaan sumber daya manusia dan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai sasaran mutu,
  6. mengukur kinerja organisasi guna memantau pemenuhan kebijakan dan sasaran mutu yang ditetapkan.

 

 

 

5.2     Persyaratan dan Kepuasan Pelanggan

 

Program Studi Magister Manajemen Perguruan Tinggi dan unit kerja harus menetapkan pelanggan dan mengidentifikasi persyaratan (kebutuhan dan harapan) pelanggan.  Unit kerja mengidentifikasi persyaratan pelanggan sesuai Tupoksi dan program layanan prima. Untuk penyalenggara pelatihan, persyaratan pelanggan utama yang berkait pendidikan/pelatihan ditetapkan sebagai persyaratan kurikulum yang mencakup spesifikasi lulusan dan semua indikator kinerja jurusan/PS dan/atau penyelenggaraan pelatihan. Pelanggan dan persyaratan pelanggan dinyatakan secara jelas di dalam Manual Mutu Program Studi dan tiap unit kerja. Persyaratan pelanggan STIE Pancasetia adalah 4 (empat) bagian, (Tabel 1).

 


 

Tabel 1:  Pengguna jasa layanan STIE Pancasetia

 

No

Pengguna jasa layanan (pelanggan)

Kebutuhan/persyaratan pelanggan yang akan dipenuhi

Produk yang dihasilkan

1

Calon Mahasiswa, Mahasiswa S-1, S-2,  peserta pendidikan dan pelatihan (Diklat)

Dilayani baik sehingga dapat lolos seleksi sesuai jalur yang telah ditetapkan dalam www.STIE Pancasetia.ac.id atau pedoman penerimaan mahasiswa Pasca Sarjana dan belajar dan mendapat kompetensi sesuai bidang studi. Peserta pelatihan ingin dilayani, memenuhi standar kualifikasi input dan memenuhi komptensi setiap Diklat

Sarjana, Master,  peningkatan kompetensi SDM sesuai program Diklat

2

Orang tua mahasiswa atau lembaga yang mengirim peserta pelatihan

Lulusan yang sujana : Lulus, dapat berkarya dan bermanfaat bagi umat manusia.

Pengakuan, penghargaan dan rekomendasi pada orang lain

3

Pengguna lulusan dan mitra kegiatan penelitian dan pengabdian

SDM yang sehat jasmani-rohani, dapat berkomunikasi, trampil, mau belajar, kreatif, mandiri, dapat bekerja dengan tim dan tekanan. Laporan tepat waktu, inovasi penelitian untuk pengembangan ilmu, menghasilkan karya ilmiah yang diterima pSTIE Pancasetialikasi di forum ilmiah, paten, buku ajar, memperkaya bahan ajar, atau digunakan di masyarakat. Biaya terjangkau, birokrasi jelas, hasil akurat

Inovasi, paten/HAKI, buku ajar, Pengakuan, penghargaan dan rekomendasi pada orang lain

4

Pemerintah sebagai atasan langsung atau pemberi dana

Amanah terhadap mandat, kepatuhan terhadap kebijakan  dan regulasi, mutu kinerja baik, produktif dan efisien, transparan, akuntabel, relevan dan berdaya saing

Pengakuan, penghargaan dan rekomendasi pada pihak lain

 


 

Atas permintaan Ketua, penanganan keluhan pelanggan disampaikan dalam berbagai media lisan maupun tulisan off line dan on line (www.STIE Pancasetia.ac.id, info@STIE Pancasetia.ac.id) sesuai MP Penanganan Keluhan. Keluhan pelanggan digunakan sebagai salah satu pengukuran kepuasan pelanggan dikoordinir oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STIE Pancasetia Banjarmasin. Setiap tahun sekali baik di tingkat Perguruan Tinggi maupun unit kerja dilakukan evaluasi kepuasan pelanggan untuk perbaikan mutu STIE Pancasetia secara berkelanjutan sesuai MP Penanganan Keluhan. Adapun evaluasi kepuasan pelanggan tiap unit kerja secara lebih spesifik diatur secara internal unit kerja. Evaluasi kepuasan atasan langsung secara rinci dijelaskan dalam MP Evaluasi Kepuasan Pimpinan dan Satuan Kerja.

 

 

 

5.3     Kebijakan Mutu

 

 

Program Studi Magister Manajemen menggunakan kebijakan mutu untuk memandu dan mengarahkan pengambilan keputusan untuk peningkatan mutu berkelanjutan dalam proses layanan tri dharma PT. Untuk itu, tujuan akhir segala kegiatan Program Studi Magister Manajmen STIE PANCASETIA sepenuhnya didekasikan bagi kehidupan umat manusia yang lebih baik. Ketua menetapkan kebijakan mutu :

 

mengembangkan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE Pancasetia) yang mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas, berkarakter, dan mampu bersaing dalam masyarakat global.

 

Dalam rangka melaksanakan tugas penyelenggaraan pendidikan tinggi, Ketua  mempunyai komitmen:

 

  1. Melaksanakan penjabaran Rencana Strategis (Renstra) STIE PANCASETIA dalam bentuk millestones sasaran pengembangan STIE PANCASETIA, yaitu: 2016-2020 pencapaian daya saing global.
  2. Melaksanakan tugas pendidikan tinggi dengan pedoman Statuta, Organisasi Tata dan Kerja (OTK), Renstra, dan Program Kerja Ketua STIE Pancasetia serta mepertanggungjawabkan kinerjanya kepada stakeholders (sivitas akademika dan masyarakat) untuk menjaga akuntabilitas STIE Pancasetia.
  3. Mengembangkan STIE Pancasetia menuju Terwujudnya sekolah tinggi yang terkemuka dan unggul secara bertahap, sistematis dan berkelanjutan melalui komersialisasi produk dan jasa penelitian, pendidikan, inovasi IPTEKS, pembelajaran semangat, jiwa dan kemampuan berwirausaha bagi sivitas akademika.
  4. Mendorong penyelenggaraan sistem pendidikan yang otonom, transparan dan akuntabel dengan cara mengadaptasikan dan mengembangkan seperangkat standar pendidikan dan manajemen yang optimal sesuai dengan karakteristik dan kekhasan STIE Pancasetia, dengan mengacu pada: Standar Nasional Pendidikan dan standar mutu.
  5. Mengkaji efektivitas dan efisiensi kinerja organisasi sehingga mampu mendorong peningkatan pencapaian sasaran mutu STIE Pancasetia melalui pengembangan  Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang didukung oleh SDM dengan pola kebersamaan yang saling asah dan asuh serta didasarkan pada nilai-nilai dasar akhlak mulia, yaitu: amanah, ibadah, kredibel dan akuntabel.
  6.     Mendorong pihak manajemen, dosen dan tenaga kependidikan Program Studi untuk memenuhi standar kompetensi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing sehingga mampu memberikan kontribusi untuk mendukung hubungan kerja yang sehat dengan stakeholders.
  7. Mengupayakan pemenuhan sarana dan prasarana berstandar nasional, internasional serta pengembangan manajemen aset yang efektif, transparan dan akuntabel.
  8. Mengupayakan pendanaan yang memadai dengan prinsip otonomi, pengurangan ketergantungan dana dari pemerintah dan orang tua mahasiswa melalui kemampuan memperoleh, mengelola dan mengembangkan dana mandiri, efisien dalam penggunaan dana dan transparan serta akuntabel dalam pengelolaan keuangan.
  9.    Mengantisipasi dampak operasionalisasi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dapat mencemari dan mengganggu keselamatan manusia dan kelestarian lingkungan kampus, sehingga tercipta suasana yang aman, nyaman, sehat, bersih, tertib dan indah.

 

Kebijakan mutu Program Studi Magister STIE Pancasetia dikomunikasikan, dipahami oleh semua pihak dan diacu untuk menentukan kebijakan mutu tiap unit kerja yang terlibat langsung ataupun tidak langsung dalam proses layanan tridharma di STIE Pancasetia.

 


 

5.4     Perencanaan Sistem Mutu

 

 

Perencanaan sistem mutu dijabarkan dari visi, misi dan kebijakan mutu yang telah ditetapkan serta keberhasilan yang telah dicapai sebelumnya. Untuk itu, perencanaan mutu Program Studi STIE Pancasetia dinyatakan dalam :

 

  1. Penetapan Quality Goals: Key performance indicators dalam Renstra STIE Pancasetia menjadi sasaran mutu untuk mencapai tiga milestones hingga tahun 2018. Sasaran mutu unit-unit kerja harus relevan dan sejalan dengan kebijakan dan sasaran mutu program studi magister manajemen Perguruan Tinggi atau organisasi di atasnya. Keefektifan perencanaan sistem manajemen mutu untuk pencapaian sasaran mutu program studi Perguruan Tinggi menjadi tanggung jawab Ketua.
  2. Identifikasi sumber kelemahan: Program Studi Magister Manajemen menyadari masih adanya kelemahan manajemen internal (aset, TIK dan kelembagaan) dan kualifikasi SDM baik dosen maupun tenaga kependidikan. Selanjutnya, perubahan kebijakan dan peningkatan alokasi anggaran yang digunakan untuk meningkatkan profesionalisme SDM.
  3. Penetapan sistem pemantauan, evaluasi dan early warning system rutin: STIE Pancasetia menginisiasi berfungsinya unsur pemantauan dan evaluasi akademik dan non akademik melalui pendirian LPM (AIM dua kali setahun) dan SPI (risk based monev). Kejelasan proses kegiatan dalam bentuk prosedur dan pendampingan kinerja tenaga kependidikan menjadi kebijakan program dan pemberdayaan unit baru.

 


 

5.5     Tanggung jawab, wewenang dan komunikasi

 

 

5.5.1 Komunikasi internal 

 

 

Ketua Program Studi harus menetapkan dan melaksanakan proses yang efektif untuk mengkomunikasikan seluruh informasi terkait kinerja SMM, seperti kebijakan mutu, persyaratan, sasaran dan pencapaian standar mutu. Penyediaan informasi tersebut harus membantu dalam peningkatan kinerja SMM, yang secara langsung melibatkan anggota organisasi dalam pencapaiannya. Ketua Program Studi mendorong secara aktif komunikasi umpan-balik sebagai bentuk keterlibatan anggota organisasi. Ketua Program Studi harus memastikan bahwa komunikasi antar tingkat organisasi, serta antar bidang dan jurusan/program studi yang berbeda berlangsung dengan baik. Komunikasi internal di Program Studi Magister Manajemen di STIE Pancasetia dilaksanakan antara lain melalui mailing list, rapat rutin dosen maupun tenaga kependidikan setiap bulan, dan rapat rutin LPM setiap minggu.

 

 

 

5.6     Tinjauan manajemen

 

Seluruh unit kerja harus melaksanakan tinjauan sistem manajemen mutu secara periodik, berdasarkan kebutuhan organisasi, untuk menilai keefektifan sistem manajemen mutu dalam pemenuhan persyaratan sasaran mutu dan kepuasan pelanggan. Tinjauan manajemen di tingkat Program studi dilaksanakan bersamaan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) minimal tiap minggu. Selain itu, tiap tahun secara menyeluruh STIE Pancasetia juga menyelenggarakan tinjauan manajemen dihadiri Ketua hingga Kajur/Kabag. Keluaran tinjauan harus berupa keputusan, kebijakan, pemecahan masalah, data yang berguna dalam perencanaan strategis untuk mendukung peningkatan kinerja  SMM dalam SPMI. Rekaman tinjauan manajemen harus dipelihara. Unit kerja melaksanakan tinjauan setidaknya empat kali dalam satu tahun.

 

Tinjauan sistem manajemen mutu harus mencakup tinjauan periodik terjadwal dari sistem prosedur/instruksi dan pendukung, kepuasan pengguna, kriteria penilaian, hasil evaluasi, peningkatan terdokumentasi dan tinjauan desain dan pengembangan sistem ketika kurikulum baru diinisiasi. Sebagai hasil tinjauan SMM, pimpinan (Ketua, Ketua/Direktur Program, Ketua Lembaga,  Ketua Jurusan/Bagian, Ketua PS) harus melaksanakan tindak lanjut untuk meningkatkan kinerja SPMI dan prosesnya. Keluaran tinjauan SMM harus direkam dan dikomunikasikan kepada seluruh anggota unit kerja.

 

 

 

6.       Pengelolaan Sumber Daya

 

 

6.1     Penyediaan Sumber Daya

 

Jurusan dan Program Studi harus mengidentifikasi kebutuhan sumber daya untuk penyediaan layanan. Program Studi dan unit-unit kerja juga memastikan ketersediaan sumber daya untuk fungsionalisasi SMM yang efektif, serta penyediaan sumber daya untuk meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pemenuhan persyaratan pelanggan. Jurusan dan Program Studi berdasarkan struktur organisasi yang dilengkapi dengan tupoksi telah menetapkan personal yang dapat menjamin efektivitas implementasi SMM secara berkesinambungan guna menjamin kepuasan pelanggan. Dalam hal ini Program Studi telah membentuk Tim Jaminan Mutu Prrogram Studi yang membantu dalam perencanaan dan monev SMM. Pada program tertentu ogram Studi Magister Manajemen selalu membentuk tim monev yang dilaporkan kepada Ketua Jurusan. Dalam hal ini Jurusan dan PS telah melaksanakan kewajiban untuk:  

 

  1. Menetapkan masukan untuk mendeteksi kebutuhan sumber daya;
  2. Menyusun rencana kebutuhan sumber daya untuk jangka pendek, menengah dan panjang;
  3. Melakukan tindak lanjut verifikasi dan penilaian tugas; dan
  4. Menyediakan sumber daya untuk berkomunikasi secara efektif dengan dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa, untuk memelihara dan meningkatkan keefektifan SMM serta untuk memastikan bahwa kebutuhan pelanggan terpenuhi.

 


 

6.2     Sumber Daya Manusia

 

6.2.1      Umum

 

Jurusan/Program Studi harus mengidentifikasi seluruh jenis sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk ketentuan layanan dan memastikan ketersediaannya untuk kinerja SMM yang efektif. Sumber daya manusia (dosen) di Program Studi Magister Manajemen STIE Pancasetia sudah sesuai dengan standar minimum BAN PT (dokumen Akreditasi PS S-1/S-2).

 

6.2.2      Kompetensi, kesadaran akan tanggungjawab dan pelatihan

 

Jurusan/Program Studi harus menyediakan dosen dan tenaga kependidikan yang kompeten, memiliki kesadaran, etos kerja dan terlatih sesuai dengan tanggung jawab dan wewenangnya. Jurusan/Program Studi dan unit kerja di bawahnya harus melaksanakan tindakan yang sistematik untuk mengevaluasi kebutuhan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan dengan tuntutan/kebutuhan kurikulum PS, program unit kerja dan persyaratan yang ditetapkan. Pendidikan, pelatihan, pengalaman kerja dan sertifikasi tiap dosen, dan tenaga kependidikan harus terekam dan dilakukan monitoring serta evaluasi secara rutin oleh tiap unit kerja.

 

6.2.3      Rekruitmen dan pengembangan

 

Kriteria dan tatacara rekrutmen dan pengembangan dosen atau tenaga kependidikan ditetapkan oleh Ketua, yang dinyatakan dalam manual prosedur dan dikendalikan oleh Direktur Diketuaat Sumber Daya Manusia. Pelaksanaan rekruitmen dan pengembangan dosen dan tenaga kependidikan mengacu pada kriteria dan tatacara yang telah ditetapkan,  dan pelaksanaannya direkam dan dipelihara oleh bagian Sumber Daya Manusia. Manual Prosedur Rekrutmen dan Pengembangan Dosen dan Tenaga Kependidikan dikomunikasian kepada seluruh unit kerja di STIE Pancasetia.

 


 

6.3     Sarana, Prasarana dan Lingkungan Kerja

 

6.3.1      Umum

 

Jurusan/Program Studi harus mengidentifikasi sarana, prasarana, lingkungan dan peralatan yang diperlukan untuk mendukung proses belajar mengajar, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat atau kegiatan layanan lainnya.

 

6.3.2     


Komplek Waringin, Jl. Ahmad Yani Km. 5,5,
Kuripan, Kecamatan Banjarmasin Timur,
Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70248
© 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pancasetia - Banjarmasin